12862sound_big

Hari ini (1 April), 78 tahun yang lalu lahirlah sebuah siaran radio yang dipelopori oleh anak negeri di Surakarta. Solosche Radio Vereniging (SRV) adalah siaran radio pertama di Indonesia yang didirikan bukan oleh orang Belanda. Adalah K.G.P.A.A Mangkunegoro VII dan Insinyur Sarsito Mangunkusumo yang berhasil mewujudkan SRV itu.

SRV berawal dari siaran radio amatir oleh Perkoempoelan Kerawitan Mardi Raras Mangkoenegaran dari halaman Puri Mangkunegaran Surakarta. Siaran radio dengan kode PK2MN ini secara sporadis menyiarkan gamelan yang ditabuh di halaman Mangkunegaran, kethoprak dan wayang orang dari Taman Partini (sekarang menjadi Taman Balekambang). Karena siarannya bersifat amatir dan tidak bisa berjalan rutin, maka atas titah Sri Paduka Mangkunegoro VII dibentuklah SRV.

Peran SRV sebagai siaran ketimuran (radio anak negeri) mulai terlihat saat berhadapan dengan dominasi siaran radio yang direstui oleh Pemerintah Hindia Belanda. Pemerintah Hindia Belanda mendirikan Nederlandsch Indische Radio Omroep Masstchapyj (NIROM). Selanjutnya NIROM memonopoli per-radio-an di Hindia Belanda. SRV mengorganisir radio-radio yang didirikan oleh anak negeri supaya tetap tegak.

Peran SRV pada hari kemerdekaan memang tidak sebesar radio di Jakarta. SRV tidak ikut menyiarkan pembacaan proklamasi. Peran SRV baru terlihat kembali saat Sekutu kembali ke Indonesia antara tahun 1946-1949. SRV berubah nama jadi RRI Surakarta sebagai konsekuensi berdirinya RRI pada tanggal 11 September 1945. Segera setelah Hoko Kyonsu Solo diserahkan kepada Maladi, Maladi memindahkan pusat siaran ke Tawangmangu.

Pemindahan pusat siaran ini bertujuan untuk menghindari direbutnya RRI Surakarta oleh Belanda. Benar saja pada tanggal 25 November 1945 RRI Surakarta dibom oleh tentara Inggris. Namun RRI Surakarta tetap bisa siaran karena semua pemancar telah dipindahkan ke Tawangmangu. Dari Tawangmangu RRI Surakarta menyiarkan berita-berita perlawanan rakyat Indonesia. Siaran ini ditangkap di luar negeri, seperti Singapore, India, bahkan dikutip oleh Voice of America.

Melihat peran Solosche Radio Vereniging (SRV), layaklah kalau masyarakat Solo mengusulkan hari lahir SRV sebagai Hari Penyiaran Nasional.

Sumber: http://baltyra.com/2011/04/01/hari-penyiaran-nasional/