IMG_8619

30  April   2016,   kampus   Unpad   Dipatiukur   menjadi   saksi   megahnya   The   8th   Kampoeng   Jazz.   Acara  rutintahunan   yang   diadakan  oleh   Badan   Eksekutif   Mahasiswa   Hukum   ini   telah   selesai.  Kampoeng   Jazz   yangmerupakan acara jazz terbesar di Bandung ini telah masuk tahun ke-8. Di tahun ini panitia Kampoeng Jazzmengusung tema “City of Jazz” dengan tujuan menjadikan kota Bandung sebagai pionir kota jazz di Indonesia,bahkan internasional.Main Gate dibuka tepat jam 1 siang. Konsep, dekorasi dan tata letak yang disajikan oleh panitia menunjukkanjika kampus Unpad Dipatiukur telah disulap menjadi sebuah kota baru yaitu “City of Jazz”. Istilah sebutan”Downtown”  untuk  area  bazzar,  “Midtown”   untuk   BNI   Lounge  Stage,   dan   megahnya  “Uptown”  yaitu   MainStage.

Sederet artis papan atas Nasional dan Internasional siap menghibur penduduk “City of Jazz” ini.Sebut saja Teza Sumendra yang tampil sore hari di Main Stage. Ketika baru beberapa lagu dimainkan, hujansempat mengguyur area venue. Tapi  hal tersebut  bukan menjadi  halangan  bagi penonton. Penonton tetapenjoy disuguhkan suara serak khas Teza Sumendra. Di jeda antar lagu Teza pun sempat menyapa penonton”Terima kasih untuk  kalian yang tetap rela  hujan-hujanan!”. Sementara  di BNI Lounge Stage,  Tesla Manafsukses membuat venue menjadi hangat dengan alunan musik Jazz akustik yang ia bawakan.Ketika malam menjelang, suasana makin ramai. Musisi legenda Indonesia, Yon Koeswoyo pun naik ke ataspanggung. Ya, Koes Plus Reunion akan menghibur penonton dengan lagu-lagu mereka yang akrab ditelingapenonton. Sebut saja lagu “Kolam Susu”. Penonton pun bernyanyi tanpa henti.Di BNI Lounge Stage, Rei Narita, pianis jazz asal Jepang naik ke atas panggung. Suguhan musik jazz yangtercipta dari jentikan tangannya di atas tuts piano membuat penonton di BNI Lounge Stage tersihir. Suasanamendadak menjadi syahdu dengan alunan musik yang ia bawakan.Setelah puas bernyanyi bersama Koes Plus Reunion, penonton kembali disuguhi oleh salah satu performeryang ditunggu-tunggu. Maliq & D’Essentials. Penonton pun histeris ketika mereka  naik   ke   atas   panggung.Deretan lagu yang mereka bawakan pun menciptakan euphoria penonton makin riuh. Sesuatu yang spesialdisajikan Indah (Vokalis) ketika membubuhkan nyanyian gaya rap di salah satu lagu. Disamping musik yangmereka bawakan, koreografi yang disajikan oleh mereka pun seakan tak henti membuat penonton berdecakkagum akan penampilan mereka.Beralih kembali ke BNI Lounge Stage, ada yang spesial disana. Panggung tersebut merupakan panggungterakhir kolaborasi Danilla dengan Mondo Gascaro atau biasa disebut Os Indonesianas. Suara merdu dansyahdu   khas   Danilla   dipadukan   dengan   alunan   keyboard   oleh   Mondo   Gascaro   membuat   suasana   venuemenjadi hangat. Penonton dibuat terkejut ketika lagu “Pergi Tanpa Pesan” ciptaan Mondo ketika masih di bandSore dibawakan mengingat ini adalah penampilan terakhir Os Indonesianas.
IMG_8620
Kejutan juga terjadi Main Stage  ketika diva jazz Indonesia, Andien naik panggung. Setelah beberapa lagudimainkan, tiba-tiba mic, sound dan lightning mati. Andien terlihat kaget dan bingung. Tapi ternyata hal tersebutmerupakan rencana dari pihak management Andien dan panitia. Secara diam-diam tim management Andiennaik ke atas panggung membawa kue dan balon. Ternyata tepat di hari itu, 30 April, merupakan ulang tahunpernikahan pertama Andien dengan suaminya. Masih dengan kondisi kaget, suami Andien, Ippe naik ke ataspanggung. Moment tersebut merupakan moment spesial bagi Andien.Sebelum acara berakhir, international artis tahun ini, performer yang menjadi headiner tahun ini, performeryang penonton tunggu tunggu, puncak acara, Copeland akhirnya naik panggung. Setelah sempat melakukanfarewell tour di Bandung tahun 2010, akhirnya mereka kembali ke kota yang sama dalam rangkaian reuniontour mereka. Penonton histeris ketika Aaron Marsh (vocal, synth), Stephen Laurenson (guitar, backing vocal),Bryan   Laurenson   (bass)   dan   Jonathan   Bucklew   (drum)   memasuki   panggung.   Di   lagu-lagu   awal   merekamembawakan lagu lagu dari album reuni mereka, Ixora. Penampilan mereka di awal cenderung tenang dansyahdu dikarenakan memang lagu-lagu  dari   album Ixora cenderung mellow. Aaron pun hanya memainkansynth   sambil   bernyanyi.   Sing   along   pun   terdengar   sepanjang   set   mereka.   Di   tengah   penampilan,   aksipanggung mereka  menjadi lebih atraktif ketika Aaron berjingkrakan dengan gitarnya. Lagu-lagu dari albumBeneath   The   Medicine   Tree   dan   You   Are   My   Sunshine   pun   dibawakan.   Penonton   pun   makin   histeris
berjingkrakan dan sing along. Di beberapa jeda lagu pun Aaron menyapa penonton dengan “Kalian terbaik!”yang   mendapat   sambutan   sangat   meriah   dari   penonton.   Di   akhir   penampilan,   untuk   mengungkapkanperasaannya, Aaron mengucapkan “Saya cinta Bandung!” lalu mereka turun panggun. Sungguh penutup acarayang manis.Penonton mulai meninggalkan venue Main Stage dengan perasaan bahagia. Tapi ternyata acara belum selesaisampai disitu. Mystery Guest Star  yang selalu dirahasiakan oleh panitia sampai acara  berlangsung belumkeluar. Panitia hanya memberikan satu clue yaitu “Indonesian Greatest Band”. Penonton pun masih bertanya-tanya   siapakah  mystery  guest   star   tersebut. Akhirnya   semua   terjawab  ketika  mystery  guest   star   tersebutmuncul  di  atas   panggung.   Mereka   adalah   SLANK!   Ya,   band   legendaris   Indonesia.   Penonton   yang   mulaimeninggalkan venue pun berlarian kembali. Band legendaris Indonesia ini tampil secara mengejutkan khususdisiapkan oleh panitia. Kaka (vocal), Ridho (gitar), Ivanka (bass), dan Bimbim (drum, vocal) sukses membakarpenonton walaupun tanpa kehadiran Abdee (gitar) yang masih sakit. Tanpa basa-basi “I Miss But I Hate You”menjadi   pembuka   set   mereka   malam   itu   yang   langsung   diikuti   oleh   semua   penonton.   Lagu-lagu   “Virus”,”Samber Gledek”, “Gara-Gara Kamu”, “Birokrasi Complex”, “Orkes Sakit Hati”, “Terlalu Manis” tanpa hentidibawakan   oleh   mereka   dan   sukses   memanaskan   penonton.   Tak   hentinya   penonton   sing   along   danberjingkrakkan. Aksi panggung Kaka yang berlarian kesana kemari keseluruh sudut panggung disertai efekpyro   sangat   menyita   perhatian   penonton.   Menciptakan   tontonan   yang   menarik   diluar   kualitas   musikalitasmereka yang tak perlu diragukan lagi. Kaka pun sempat menggetarkan emosi penonton ketika dia berucap”Selamat pagi Bandung! Ekspresikan semangat kalian!”. Ketika lagu terakhir, “Kamu Harus Cepat Pulang” dimedley dengan “Ngeslank Rame Rame” efek waterfall, pyro, dan conveti pun menambah meriah suasanamalam   itu.   Penonton   tak   henti   memberikan   tepuk   tangan.   Ternyata   inilah   penutup   yang   dipersiapkansedemikian matang oleh panitia. Penonton pulang dengan sebuah kenangan bahwa mereka bukan hanyamenyaksikan  sederet artis   internasional  dan   nasional   terbaik,   tapi   mereka   juga  telah   menyaksikan  “LivingLegend Indonesia”.
IMG_8618
Bila boleh mengutip lirik lagu Slank, The 8th International Kampoeng Jazz “Terlalu manis untuk dilupakan……”