PADJADJARAN MODEL UNITED NATIONS 2016
“EMPOWERING WORLD CITIZEN, PURSUING PERPETUAL PEACE”

Setelah meraih kesuksesan tahun lalu, Himpunan Mahasiswa Hubungan Internasional Universitas Padjadjaran kembali mengadakan Padjadjaran Model United Nations 2016 (PadMUN), yaitu simulasi sidang PBB pada tanggal 25-27 Mei 2016. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, PadMUN kali ini telah berkembang hingga ke tingkat Internasional dan berhasil mengikutsertakan mahasiswa dan pelajar tingkat SMA dari beberapa perguruan tinggi dan SMA di Indonesia maupun internasional.

Call-for-Delegates-Padjadjaran-Model-United-Nations-2016

Rangkaian acara dimulai dengan kegiatan Opening Ceremony di Hotel Grand Prama Preanger, Jalan Braga, Bandung. Pada kegiatan tersebut, peserta datang sebagai delegasi-delegasi dari negara anggota PBB yang tergabung dalam 4 councils; UN Women, Expanded ASEAN Maritime Forum (EAMF), Paris Peace Conference 1919, dan Mars Constitution Convention 2121. Acara Opening Ceremony dimulai dengan penampilan dari Padjadjaran Ensemble, sambutan dari Secretary General Padjadjaran MUN 2016, Evan Noorsaid, dilanjutkan oleh pembukaan secara resmi oleh perwakilan dari FISIP UNPAD, Ahmad Buchori. Acara pun kemudian dilanjutkan dengan seminar Padjadjaran Meets Peace Pursuer. Dalam seminar ini, para delegasi mendapatkan kesempatan untuk mendengarkan pemaparan mengenai upaya pencapaian perdamaian oleh Bapak Majrisa Setyawan dari UN Peacekeeping Indonesia. Rangkaian hari pertama pun ditutup dengan penampilan tari saman oleh Saman HI UNPAD.

IShoBExM

Terdapat satu hal yang menarik dalam Padjadjaran MUN 2016: Padjadjaran MUN 2016 mengajak para delegasi untuk memasuki mesin waktu yang membawa mereka ke tahun 1919 di mana Perang Dunia I baru saja berakhir, kemudian delegasi akan dibawa ke tahun 2016 ketika permasalahan mengenai wanita dan Laut Cina Selatan masih hangat diperbicangkan, dan pada akhirnya, delegasi akan sampai ke tahun 2121 ketika Bumi tidak dapat dihuni dan Mars merupakan tujuan utuma manusia. Perjalanan waktu pun dimulai di hari kedua dengan acara Meet Experts yang diadakan di masing-masing council dimana para delegasi menerima materi mengenai council mereka langsung dari pembicara-pembicara yang sesuai dengan bidangnya. Konferensi lalu dimulai dengan agenda pemilihan topik dan diakhiri oleh penulisan Working Paper di tiap-tiap council.

Konferensi kemudian dilanjutkan pada hari terakhir Padjadjaran MUN 2016. Keadaan tiap council pada hari ketiga pun semakin tegang dan memanas. Tiap-tiap aliansi di masing-masing council berusaha untuk mendominasi jalannya sidang dan meyakinkan delegasi lainnya mengenai solusi-solusi yang mereka tawarkan. Konferensi pun dilanjutkan dengan dibuatnya Draft Resolution dan pengambilan suara apakah Draft Resolution tersebut dapat diterapkan atau tidak. Rangkaian acara Padjadjaran MUN 2016 kemudian ditutup dengan diadakannya Social Night di Maja House, Bandung yang terdiri dari gala dinner, awarding, dan penampilan modern dance dari HI MOVE.

xlarge_asf

Dengan berakhirnya Padjadjaran MUN 2016, diharapkan delegasi-delegasi dapat menyadari bahwa perdamaian dunia bukanlah hal yang mustahil. Sesuai dengan tagline Padjadjaran MUN tahun ini: Empowering World Citizens, Pursuing Perpetual Peace, Padjadjaran MUN 2016 berusaha untuk mengajak para peserta mencapai perdamaian dunia dengan berbagai cara, salah satunya adalah diplomasi. Para peserta diharapkan mampu mengetahui pentingnya diplomasi dalam keadaan dunia yang sedang dikelilingi oleh berbagai perang dan potensi konflik.